TEORI BASYAR 4

Assalamualaikum wr wb

Semoga kesehatan dan ketenangan selalu diberikan kepada brothers semua. Brothers kali ini mari kita mengulas mengenai setan. Siapa sih setan ini atau apa sih setan ini. Pada pembahasan yang lalu telah kita telah membahas mengenai taqwa secara sederhana dan sedikit pengertian fujur. Fujur adalah bagian dari diri manusia yang membawa potensi-potensi kepada keburukan. Kata lain dari fujur yang sering kita dengar adalah nafsu brothers. Nafsu selalu mendorong manusia kepada keinginan-keinginan tertentu. Dan sifat nafsu cenderung membawa manusia untuk tidak puas, sehingga manusia akan selalu ingin, ingin dan ingin. Jika nafsu ini dimanfaatkan untuk keinginnan yang baik yang bermanfaat maka nafsu menjadi sesuatu yang baik. Namun jika dimanfaatkan untuk sesuatu yang buruk maka nafsu menjadi hal yang sangat berbahaya bagi diri manusia dan sekitarnya. Celakanya brothers nafsu ini ditunggangi atau dimanfaatkan atau dipolitisasi oleh yang namanya setan. Apa hubungan nafsu dengan setan, mari kita coba lihat sejarahnya brothers.

Awal mula cerita adanya setan adalah berasal dari adanya atau penciptaan manusia itu sendiri. Allah menciptakan manusia pertama yang bernama Adam alaihissalam. Bermula dari pengumuman yang ditujukan kepada malaikat bahwasanya Allah akan menjadikan Adam sebagai kholifah atau pemimpin di dunia ini. Kemudian para malaikat berkata bahwa “mengapa manusia, karena manusia adalah makhluk yang cenderung berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah”. Bagaimana malaikat tahu bahwa manusia akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah, padahal manusia baru saja diciptakan. Menurut para ahli tafsir, ini diambil dari kata basyar itu sendiri. Basyar pada bahasa arab  adalah benda fisik atau sesuatu yang cenderung merusak atau menghancurkan. Dari hal tersebut Allah menjawab bahwa Allah lebih mengetahui segalanya dari apa yang diketahui oleh malaikat. Kemudian malaikat berkata “Maha suci Engkau Ya Allah, tidak ada satu ilmu pun yang kami ketahui kecuali yang Engkau ajarkan kepada Kami”.

Allah memerintahkan kepada Adam alaihissalam untuk mengatakan ilmu-ilmu kepada para malaikat. Dan Adam menyampaikan ilmu kepada para malaikat. Dan Allah berkata bahwa Allah mengetahui segala sesuatu baik yang di langit maupun yang di bumi. Kemudian Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai rasa hormat. Semua bersujud kecuali Iblis, karena iblis merasa derajatnya lebih tinggi dari Adam alaihissalam. Iblis diciptakan dari api sedangkan Adam alaihissalam diciptakan dari tanah. “Nggak level” hehehehe, maka dengan ini Iblis telah bersikap sombong dan tidak mau menaati perintah Allah. Pertanyaanya sekarang adalah siapa iblis ini? Dari pembahasan diatas yang ada adalah Allah, Adam dan malaikat tiba-tiba muncul Iblis. Pada ayat lain diterangkan bahwa “KANA MINAL JIN”. Iblis adalah dari kalangan jin. Menurut para ahli tafsir pada ayat yang menyebutkan “WA IDZQULNA LIL MALAIKATISJUDU LI AADAMA”. Kata “lil Malaikat” terjadi sinekdot atau majas totem proparte atau yang terbanyak mewalili semua. Ditafsirkan bahwa pada saat itu berkumpul sebagian besar para malaikat dan sebagian kecil dari kalangan jin. Maka dari itu di dalam ayat hanya disebutkan malaikat.

Iblis berasal dari kata BALASA, dari huruf Ba`, Lam, dan Sa, yang berarti kumpulan-kumpulan keburukan yang begitu banyaknya sehingga menutupi potensi kebaikan. Hampir sama dengan kata LABASA dan memiliki struktur huruf yang sama yang berarti pakaian atau sesuatu yang baik menutupi yang buruk. Dari sini kita baru mendapatkan aktor Iblis kemudian dimana setannya ya hehehe. Kita lanjutkan dahulu ceritanya brothers. Atas pembangkangan yang dilakukan oleh Iblis atas kesombongannya maka Allah menyatakan bahwa Iblis termasuk pada golongan Kafir “WAKANA MINAL KAFIRIN”.  Atas hukuman dari Allah tersebut Iblis memohon penangguhan atas kematiannya sampai hari kiamat dan bersumpah akan menyesatkan manusia.

Kisah berlanjut ketika Adam alaihissalam diperintahkan tinggal di surga beserta pasangannya. Namun Allah berpesan “tinggallah di surgamu ini dan jangan mendekati pohon ini, dan jika kamu langgar maka kamu termasuk golongan yang dzolim”. Disinilah kemudian iblis melaksanakan sumpahnya, iblis menggoda adam dan istrinya untuk mendekati pohon yang dilarang bahkan Adam dan istrinya memakan buahnya. Pada peristiwa ini ayat pada Al-Quran tidak lagi menyebut iblis tetapi menggunakan kata syaithon atau setan. “FA AZALLAHUMUS SYAITHONU ANHA FA AKHROJAHUNA MIMMA KANA FIHI”. Yang dimaksud syaithon adalah iblis, mengapa Allah menyebutnya dengan syaithon, karena syaithon berasal dari kata syathona yang bermakna segala sesuatu yang menjauhkan diri dari tuhannya. Syaithon berarti segala sesuatu baik fisik atau non fisik, benda hidup atau mati yang dapat menjauhkan dari Rabb Allah Azzawajalla. Maka Iblis pada peristiwa diatas disebut setan. Misalkan ada sesorang mau sholat kemudian ada yang menahan dan mengajak lain hal yang bersifat dunia maka boleh disebut orang tesebut sebagai setan, hehehhee begitu juga dengan peristiwa-peristiwa lain yang berpotensi menjauhkan seorang hamba dari Allah dapat disebut setan.

Allah memperingatkan kepada manusia agar tidak mengikuti kehendak setan, karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Setan atau Iblis telah bersumpah sampai hari kiamat akan terus berusaha tanpa henti tanpa lelah untuk menyesatkan manusia. Setan menyesatkan manusia melalui fujur dimana dia selalu membisikkan hal hal yang dapat menjauhkan manusia dari Allah SWT.  Maka dari itu brothers sekalian mari sering-sering memohon perlindungan Allah dan terus bermujahadah dan jangan menyerah untuk bertobat jika melakukan kesalahan. Baik brothers itulah sedikit ulasan yang bisa diberikan mengenai apa itu setan, siapa itu setan dan apa misi setan. Semoga ada hal yang bermanfaat dari apa yang kami sampaikan, mohon maaf atas segaa kekurangan dan

Wassalamualaikum wr wb.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *