TEORI BASYAR 2

 

Assalamualaikum Wr WB.

Bahasan yang lalu mengenai teori basyar ini mengenai struktur dari manusia itu sendiri. Manusia berasal dari 2 item yaitu basyar dan ruh. Basyar berasal dari perantara manusia sedangkan ruh berasal langsung dari Allah SWT. Basyar bersifat Baik dan Buruk, sedangkan Ruh bersifat murni dan suci.

Dari 2 item ini mari kita lanjutkan pembahasan yaitu turunan dari kedua item diatas. Seperti pembahasan sebelumnya dari basyar dan ruh maka dapat diturunkan menjadi potensi, potensi baik dan potensi buruk dalam diri manusia. Jika dalam bahasa Al-Quran kita dapati dengan istilah FUJUR dan TAQWA. Taqwa disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak 115 kali, Fujur disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak 115 kali. Taqwa merupakan kumpulan potensi-potensi kebaikan. Sedangkan Fujur adalah kata lain dari Nafsu, dimana ada potensi untuk berbuat keburukan didalamnya. Taqwa dan fujur disebutkan sama-sama sebanyak 115 kali di dalam Al-Quran, hal ini seakan memberi isyarat kepada kita bahwa di dalam diri manusia dalam setiap kondisi, situasi, kesempatan selalu ada dua potensi yaitu potensi kebaikan dan potensi keburukan.

Pilihan-pilihan berupa berbuat baik atau buruk seakan selalu ada pada setiap hal yang kita jalani dalam kehidupan. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi hehehhe. Dimanapun kapanpun kondisi brother-brother sekalian, apapun yang dilakukan pasti ada pilihan mau berbuat plus atau berbuat minus. Semua ujian semua ada pilihan seperti Ujian Nasional hehehe, disetiap pertanyaan pasti ada jawaban yang benar dan jawaban yang salah. Bagaimana kita tahu mana jawaban yang benar dan mana jawaban yang salah, maka diperlukan suatu usaha atau ikhtiar untuk belajar. Dari belajar dapat kita peroleh pengetahuan mengenai jawaban mana yang benar dan jawaban mana yang salah. Dan semua itu bersumber dari Dzat yang Maha Agung, Allah Azza Wa Jalla. Dapat kita ingat kembali cerita di dalam Al-Quran, ketika Allah mengumumkan kepada para malaikat bahwasanya akan diangkat pemimpin di dunia ini yaitu Adam alaihissalam. Kemudian malaikat seakan berdiskusi dan berkata, kenapa Adam, seorang manusia yang berpotensi berbuat keburukan, berpotensi berbuat kerusakan, kehancuran dan lain-lain. Maka selanjutnya para malaikat berkata, Mahasuci Engkau Ya Allah, Sesungguhnya tidak ada ilmu atau pengetahuan apapun yang kami ketahui kecuali ilmu atau pengetahuan yang Engkau berikan. Kemudian Allah menunjukkan rahasia kenapa Adam pantas dijadikan sebagai pemimpin. Adam diperintah Allah untuk mengatakan apa saja yang dia ketahui kepada para malaikat. Subhanallah brother-brother, ternyata terbukti bahwasanya meskipun kita mempunyai potensi buruk tapi di dalam diri manusia ini ada potensi-potensi kebaikan sehingga Allah mengangkat manusia sebagai pemimpin di dunia ini.

Dari hal dasar ini kita dapat membuat konsep mengenai hubungan antara Taqwa dan Fujur di dalam diri manusia. Dari diri manusia yang tunggal di dalamnya terdapat potensi ada pilihan yaitu Baik dan Buruk, Taqwa dan Fujur.

Ketika berbuat sebuah ketaqwaan atau kebaikan maka pada saat itu kita tidak melakukan keburukan. Dan ketika kita melakukan keburukan maka pada saat itu kita tidak melakukan kebaikan. Sederhananya sih gitu ya brother hehehe. Tapi jika ada yang berbuat kebaikan dan pada saat yang bersamaan berbuat keburukan, itu luar biasa sekali hehehe alias diluar kebiasaan atau aneh bahkan unik, sebagai sebuah kesempurnaan pada diri manusia. Kali ini kami mau membuat konsep sederhana mengenai  taqwa dan fujur. Intinya jika kita banyak berbuat taqwa maka kecil kemungkinan berbuat keburukan, dan juga sebaliknya jika kita banyak berbuat fujur, keburukan, maka kecil kemungkinan berbuat baik atau ketaqwaan. Maka jika ada manusia yg terus menerus berbuat keburukan, terjerembab, terjebak dalam dunia keburukan. Bingung bagaimana cara keluar, bagaimana cara menghindari, sudah tobat kok balik lagi, jawabannya dapat kita lihat dari konsep ini. Yaitu dengan perbanyak berbuat ketaqwaan otomatis tindakan keburukan akan berkurang, namun juga sebaliknya jika semakin banyak keburukan maka ketaqwaan akan menipis atau berkurang.

Gambar diatas mungkin dapat menggambarkan bahwa jika kita tekan fujur atau nafsu kita maka otomatis kemungkinan potensi ketawaan meningkat.

Dan jika kita banyak berbuat maksiat maka otomatis ketaqwaan akan tertekan semakin berkurang dan menipis.

Baik brother-brother sekalian pada teori basyar yang ke 2 ini dapat kita peroleh bahwasanya di dalam diri manusia terdapat 2 item lagi yaitu Taqwa dan Fujur. Taqwa membawa potensi untuk berbuat baik dalam kehidupan manusia. Sedangkan fujur membawa potensi berbuat buruk dalam kehidupan. Terus berusaha terus belajar untuk selalu menggunakan potensi-potensi baik di dalam diri dan nafikan potensi-potensi keburukan, InsyaAllah kita akan lulus dalam ujian-ujian kehidupan. Demikian bahasan kita kali ini brother, semoga ada hal baik yang didapat dan jika ada keburukan maka nafikan saja brother, hehehe. Trima kasih dan Wassalamualaikum wr wb.

WA KHOLAQNAKUM AZWAJA = Dan Allah SWT menciptakan sesuatu berpasang-pasangan.

Basyar    =><=     RUH

Baik        =><=     Buruk

Taqwa     =><=     Fujur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *